1. Orang yang pertama menulis Bismillah : Nabi Sulaiman AS.
2. Orang yang pertama minum air zamzam : Nabi Ismail AS.
3. Orang yang pertama berkhatan : Nabi Ibrahim AS.
4. Orang yang pertama diberikan pakaian pada hari qiamat : Nabi Ibrahim AS.
5. Orang yang pertama dipanggil oleh Allah pada hari qiamat : Nabi Adam AS.
6. Orang yang pertama mengerjakan saie antara Safa dan Marwah : Sayyidatina Hajar (Ibu Nabi Ismail AS)
7. Orang yang pertama dibangkitkan pada hari qiamat : Nabi Muhammad SAW
8. Orang yang pertama menjadi khalifah Islam : Abu Bakar AsSiddiq RA
9. Orang yang pertama menggunakan tarikh hijrah : Umar bin Al-Khattab RA
10. Orang yang pertama meletakkah jawatan khalifah dalam Islam : Al-Hasan bin Ali RA
11. Orang yang pertama menyusukan Nabi SAW : Thuwaibah RA
12. Orang yang pertama syahid dalam Islam dari kalangan lelaki : Al-Harith bin Abi Halah RA
13. Orang yang pertama syahid dalam Islam dari kalangan wanita : Sumayyah binti Khabbat RA
14. Orang yang pertama menulis hadis di dalam kitab / lembaran : Abdullah bin Amru bin Al-Ash RA
15. Orang yang pertama memanah dalam perjuangan fisabilillah : Saad bin Abi Waqqas RA
16. Orang yang pertama menjadi muazzin dan melaungkan azan: Bilal bin Rabah RA
17. Orang yang pertama bersembahyang dengan Rasulullah SAW : Ali bin Abi Tholib RA
18. Orang yang pertama membuat minbar masjid Nabi SAW: Tamim Ad-dary RA
19. Orang yang pertama menghunuskan pedang dalam perjuangan fisabilillah : Az-Zubair bin Al-Awwam RA
20. Orang yang pertama menulis sirah Nabi SAW : Ibban bin Othman bin Affan RA
21. Orang yang pertama beriman dengan Nabi SAW : Khadijah binti Khuwailid RA
22. Orang yang pertama mengasaskan usul fiqh : Imam Syafei RH
23. Orang yang pertama membina penjara dalam Islam : Ali bin Abi Tholib RA
24. Orang yang pertama menjadi raja dalam Islam : Muawayah bin Abi Sufyan RA
25. Orang yang pertama membuat perpustakaan awam : Harun Ar-Rasyid RH
26. Orang yang pertama mengadakan baitul mal : Umar Al-Khattab RA
27. Orang yang pertama menghafal Al-Quran selepas Rasulullah SAW : Ali bn Abi Tholib RA
28. Orang yang pertama membina menara di Masjidil Haram Mekah : Khalifah Abu Ja’far Al-Mansur RH
29. Orang yang pertama digelar Al-Muqry : Mus’ab bin Umair RA
30. Orang yang pertama masuk Syurga : Nabi Muhamamad SAW.
Subhanallah....
Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah. Aamiin
Waktu itu Boss Perusahaan terkenal memanggil sekretarisnya sambil
bilang,
"Besok meeting ke luar kota, siapkan apa aja yang
dibutuhkan."
...
Sambil siap siap, sekretaris itu telphon
suaminya,
"Besok aku dinas keluar kota, jaga rumah baik - baik ya
mas"
Sang suami langsung telphon selingkuhannya,
"istriku
besok keluar kota, kamu ada waktu gak?"
Selingkuhannya bilang
ke muridnya yang lagi di kursus,
"Nak, besok ibu repot, kursus
diliburkan."
Anak kursus itu lalu bilang ke kakeknya,
"Kek,
besok kursus diliburkan, mancing yuk."
Kakek tadi itu trnyata boss
di perusahaan terkenal td itu memanggil sekretarisnya,
"Besok
cucuku ajak memancing, meeting keluar kota dibatalkan"
Sekretaris telphon ke suaminya,
"Boss ku ada acara keluarga, meeting
dibatalkan. Aku gak jadi keluar kota."
Suaminya langsung
telphon selingkuhannya,
"Besok jangan kesini, istriku gak jadi
pergi."
Selingkuhannya bilang ke muridnya yang di kursus,
"Besok tetep masuk kursus nak, ibu gak jadi repot."
Anak tadi
itu langsung telphon kakeknya.
"Besok gak jadi libur kek, kursus gak
jadi libur."
Kakek si boss tadi memanggil sekretarisnya,
"besok jadi meeting keluar kota, cucu saya gak jadi ajak mancing."
Sekretaris langsung telphon suaminya.
"Maaf mas, jadinya aku besok
meeting keluar kota."
Sang suami lalu telphon selingkuhannya.
"Istriku jadi pergi, besok kesini ya?"
Selingkuhannya bilang
ke murid yang di kursus tadi.
"Besok jadi libur nak, ibu ada acara
mendadak."
Murid tadi lagsung telphon kakeknya, yaitu si boss
tadi..
Terusin sendiri, aku capek nerusinnya…
Istilah pacaran itu sebenarnya bukan bahasa hukum, karena
pengertian dan batasannya tidak sama buat setiap orang. Dan sangat
mungkin berbeda dalam setiap budaya. Karena itu saya tidak akan
menggunakan istilah `pacaran` dalam masalah ini, agar tidak salah
konotasi.
I. Tujuan Pacaran
Ada beragam tujuan orang
berpacaran.... Ada yang sekedar iseng, atau mencari teman
bicara, atau lebih jauh untuk tempat mencurahkan isi hati. Dan bahkan
ada juga yang memang menjadikan masa pacaran sebagai masa perkenalan dan
penjajakan dalam menempuh jenjang pernikahan.
Namun tidak
semua bentuk pacaran itu bertujuan kepada jenjang pernikahan. Banyak
diantara pemuda dan pemudi yang lebih terdorong oleh rasa ketertarikan
semata, sebab dari sisi kedewasaan, usia, kemampuan finansial dan
persiapan lainnya dalam membentuk rumah tangga, mereka sangat belum
siap.
Secara lebih khusus, ada yang menganggap bahwa masa
pacaran itu sebagai masa penjajakan, media perkenalan sisi yang lebih
dalam serta mencari kecocokan antar keduanya. Semua itu dilakukan karena
nantinya mereka akan membentuk rumah tangga. Dengan tujuan itu,
sebagian norma di tengah masyarakat membolehkan pacaran. Paling tidak
dengan cara membiarkan pasangan yang sedang pacaran itu melakukan
aktifitasnya. Maka istilah apel malam minggu menjadi fenomena yang wajar
dan dianggap sebagai bagian dari aktifitas yang normal.
II.
Apa Yang Dilakukan Saat Pacaran ?
Lepas dari tujuan, secara
umum pada saat berpacaran banyak terjadi hal-hal yang diluar dugaan.
Bahkan beberapa penelitian menyebutkan bahwa aktifitas pacaran pelajar
dan mahasiswa sekarang ini cenderung sampai kepada level yang sangat
jauh. Bukan sekedar kencan, jalan-jalan dan berduaan, tetapi data
menunjukkan bahwa ciuman, rabaan anggota tubuh dan bersetubuh secara
langsung sudah merupakan hal yang biasa terjadi.
Sehingga kita
juga sering mendengar istilah “chek-in”, yang awalnya adalah istilah
dalam dunia perhotelan untuk menginap. Namun tidak sedikit hotel yang
pada hari ini berali berfungsi sebagai tempat untuk berzina pasangan
pelajar dan mahasiswa, juga pasanga-pasangan tidak syah lainnya. Bahkan
hal ini sudah menjadi bagian dari lahan pemasukan tersendiri buat
beberapa hotel dengan memberi kesempatan chek-in secara short time,
yaitu kamar yang disewakan secara jam-jaman untuk ruangan berzina bagi
para pasangan di luar nikah.
Pihak pengelola hotel sama sekali
tidak mempedulikan apakah pasangan yang melakukan chek-in itu suami
istri atau bukan, sebab hal itu dianggap sebagai hak asasi setiap orang.
Selain di hotel, aktifitas percumbuan dan hubungan seksual di luar
nikah juga sering dilakukan di dalam rumah sendiri, yaitu memanfaatkan
kesibukan kedua orang tua. Maka para pelajar dan mahasiswa bisa lebih
bebas melakukan hubungan seksual di luar nikah di dalam rumah mereka
sendiri tanpa kecurigaan, pengawasan dan perhatian dari anggota keluarga
lainnya.
Data menunjukkan bahwa seks di luar nikah itu sudah
dilakukan bukan hanya oleh pasangan mahasiswa dan orang dewasa, namun
anak-anak pelajar menengah atas (SLTA) dan menengah pertama (SLTP) juga
terbiasa melakukannya. Pola budaya yang permisif (serba boleh) telah
menjadikan hubungan pacaran sebagai legalisasi kesempatan berzina. Dan
terbukti dengan maraknya kasus `hamil di luar nikah` dan aborsi ilegal.
Fakta dan data lebih jujur berbicara kepada kita ketimbang
apologi. Maka jelaslah bahwa praktek pacaran pelajar dan mahasiswa
sangat rentan dengan perilaku zina yang oleh sistem hukum di negeri ini
sama sekali tidak dilarang. Sebab buat sistem hukum sekuluer warisan
penjajah, zina adalah hak asasi yang harus dilindungi. Sepasang pelajar
atau mahasiswa yang berzina, tidak bisa dituntut secara hukum. Bahkan
bila seks bebas itu menghasilkan hukuman dari Allah berupa AIDS, para
pelakunya justru akan diberi simpati.
III. Pacaran Dalam
Pandangan Islam
a. Islam Mengakui Rasa Cinta
Islam
mengakui adanya rasa cinta yang ada dalam diri manusia. Ketika seseorang
memiliki rasa cinta, maka hal itu adalah anugerah Yang Kuasa. Termasuk
rasa cinta kepada wanita (lawan jenis) dan lain-lainnya.
`Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini,
yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas,
perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah
kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang
baik .`(QS. Ali Imran :14).
Khusus kepada wanita, Islam
menganjurkan untuk mewujudkan rasa cinta itu dengan perlakuan yang baik,
bijaksana, jujur, ramah dan yang paling penting dari semua itu adalah
penuh dengan tanggung-jawab. Sehingga bila seseorang mencintai wanita,
maka menjadi kewajibannya untuk memperlakukannya dengan cara yang paling
baik.
Rasulullah SAW bersabda,`Orang yang paling baik diantara
kamu adalah orang yang paling baik terhadap pasangannya (istrinya). Dan
aku adalah orang yang paling baik terhadap istriku`.
b. Cinta
Kepada Lain Jenis Hanya Ada Dalam Wujud Ikatan Formal
Namun
dalam konsep Islam, cinta kepada lain jenis itu hanya dibenarkan
manakala ikatan di antara mereka berdua sudah jelas. Sebelum adanya
ikatan itu, maka pada hakikatnya bukan sebuah cinta, melainkan nafsu
syahwat dan ketertarikan sesaat.
Sebab cinta dalam pandangan
Islam adalah sebuah tanggung jawab yang tidak mungkin sekedar diucapkan
atau digoreskan di atas kertas surat cinta belaka. Atau janji
muluk-muluk lewat SMS, chatting dan sejenisnya. Tapi cinta sejati
haruslah berbentuk ikrar dan pernyataan tanggung-jawab yang disaksikan
oleh orang banyak.
Bahkan lebih `keren`nya, ucapan janji itu
tidaklah ditujukan kepada pasangan, melainkan kepada ayah kandung wanita
itu. Maka seorang laki-laki yang bertanggung-jawab akan berikrar dan
melakukan ikatan untuk menjadikan wanita itu sebagai orang yang menjadi
pendamping hidupnya, mencukupi seluruh kebutuhan hidupnya dan menjadi
`pelindung` dan `pengayomnya`. Bahkan `mengambil alih` kepemimpinannya
dari bahu sang ayah ke atas bahunya.
1. Bersyukur
apabila mendapat nikmat;
2. Sabar apabila mendapat kesulitan;
3. Tawakal apabila mempunyai rencana/program;
4. Ikhlas dalam
segala amal perbuatan;
5. Jangan membiarkan hati larut dalam
kesedihan;
6. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;...
7. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;
8. Jangan usil
dengan kekayaan orang;
9. Jangan hasad dan iri atas kesuksessan
orang;
10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksessan;
11.
Jangan tamak kepada harta;
12. Jangan terlalu ambitious akan sesuatu
kedudukan;
13. Jangan hancur karena kezaliman;
14. Jangan goyah
karena fitnah;
15. Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi
kemampuan diri.
16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram;
17. Jangan sakiti ayah dan ibu;
18. Jangan usir orang yang
meminta-minta;
19. Jangan sakiti anak yatim;
20. Jauhkan diri
dari dosa-dosa yang besar;
21. Jangan membiasakan diri melakukan
dosa-dosa kecil;
22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid);
23. Lakukan shalat dengan ikhlas dan khusyu;
24. Lakukan shalat
fardhu di awal waktu, berjamaah di masjid;
25. Biasakan shalat
malam;
26. Perbanyak dzikir dan do’a kepada Allah;
27. Lakukan
puasa wajib dan puasa sunat;
28. Sayangi dan santuni fakir miskin;
29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah;
30. Jangan
marah berlebih-lebihan;
31. Cintailah seseorang dengan tidak
berlebih-lebihan;
32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena
Allah;
33. Berlatihlah konsentrasi pikiran;
34. Penuhi janji
apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena sesuatu sebab
tidak dapat dipenuhi;
35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan
iblis/syaitan;
36. Jangan percaya ramalan manusia;
37. Jangan
terlampau takut miskin;
38. Hormatilah setiap orang;
39. Jangan
terlampau takut kepada manusia;
40. Jangan sombong, takabur dan
besar kepala;
41. Berlakulah adil dalam segala urusan;
42.
Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;
44. Hiasi rumah dengan
bacaan Al-Quran;
45. Perbanyak silaturrahim;
46. Tutup aurat
sesuai dengan petunjuk Islam;
47. Bicaralah secukupnya;
48.
Beristeri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya;
49. Hargai
waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu;
50. Biasakan hidup
bersih, tertib dan teratur;
51. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit
bathin;
52. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga;
53.
Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan;
54.
Hormatilah kepada guru dan ulama;
55. Sering-sering bershalawat
kepada nabi;
56. Cintai keluarga Nabi saw;
57. Jangan terlalu
banyak hutang;
58. Jangan terlampau mudah berjanji;
59. Selalu
ingat akan saat kematian dan sedar bahawa kehidupan dunia adalah
kehidupan sementara;
60. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang
tidak bermanfaat seperti mengobrol yang tidak berguna;
61. Bergaul
lah dengan orang-orang soleh;
62. Sering bangun di penghujung malam,
berdoa dan beristighfar;
63. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila
sudah mampu;
64. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita;
65. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan
kejahatan lagi;
66. Jangan membenci seseorang karena pahaman dan
pendiriannya;
67. Jangan benci kepada orang yang membenci kita;
68. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuatu pilihan
69. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan
kesulitan.
70. Jangan melukai hati orang lain;
71. Jangan
membiasakan berkata dusta;
72. Berlakulah adil, walaupun kita
sendiri akan mendapatkan kerugian;
73. Jagalah amanah dengan penuh
tanggung jawab;
74. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan
dan kesungguhan;
75. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita
76. Jangan membuka aib orang lain;
77. Lihatlah orang yang lebih
miskin daripada kita, lihat pula orang yang lebih berprestasi dari kita;
78. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana;
79. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan;
80.
Jangan sedih karena miskin dan jangan sombong karena kaya;
81.
Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama,bangsa dan negara;
82. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain;
83. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara;
84. Berkatalah
yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa;
85. Hargai prestasi dan
pemberian orang;
86. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan
kesenangan;
87. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang
bersangkutan tidak menyenangkan.
88. Sediakan waktu untuk
berolahraga yang sesuai dengan norma-norma agama dan kondisi diri kita;
89. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fisikal atau mental kita
menjadi terganggu;
90. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan
bijaksana;
91. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan
pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita;
92. Jangan berbuat
sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu dan jangan berkata sesuatu
yang dapat menyebabkan orang lain terhina;
93. Jangan cepat percaya
kepada berita jelek yang menyangkut teman kita sebelum dipastikan
kebenarannya;
94. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan
kewajiban;
95. Sambutlah huluran tangan setiap orang dengan penuh
keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan;
96. Jangan memforsir
diri untuk melakukan sesuatu yang diluar kemampuan diri;
97.
Waspadalah akan setiap ujian, cobaan, godaan dan tentangan. Jangan lari
dari kenyataan kehidupan;
98. Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan
melahirkan kebaikan dan setiap kejahatan akan melahirkan merusakan;
99. Jangan sukses di atas penderitaan orang dan jangan kaya dengan
memiskinkan orang
1. Suka berkata kasar
2. Berwajah masam dan
dahi yang berkerut.
3. Mudah marah tanpa sebab yang dibenarkan oleh
agama.
4. Berlebih - lebihan dalam mencela dan menjelek - jelekan.
5. Sifat Angkuh.
6. Mengejek orang lain.
7. Memanggil dengan
panggilan dan gelar yang buruk.
8. Menggosip dan membicarakan aib
orang lain, lupa terhadap aibnya sendiri....
9. Suka mengadu domba (memfitnah).
10. Menyebarkan berita yang tidak diketahui kebenaran tanpa mengecek
terlebih dahulu, padahal dia mampu melakukan itu.
11. Suka
Menyelidiki Aib orang dan mencari informasi yang tidak bermanfaat bagi
dunia dan akhiratnya.
12. Suka bermuka dua dihadapan manusia.
13. Suka berprasangka buruk (Su'udzhan) tanpa alasan yang dibenarkan
oleh agama.
14. Suka menyebarluaskanrahasia yang seharusnya dia
jaga.
15. Tidak mau menerima alasan orang lain yang berbuat salah
kepadanya.
16. Saling menjauhi dan menjaga jarak dengan saudara nya
tanpa sebab yang jelas.
17. Suka Hasad dan Dengki.
18. Meladeni
orang - orang pandir lagi jelek.
19. Kurangnya rasa malu.
20.
Kikir.
21. Suka menyebut - nyebut pemberian.
22 Melanggar janji.
23. Suka berdusta.
24. Terlalu bercanda berlebih - lebihan diluar
batas agama.
25. Sombong karena nasab yang tinggi.
Yaa
Allah jauhkan kami dari akhlak buruk. Aamiin
Tujuan
hidup sudah jelas :
"INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI'UN"
Jadi...
Silakan sekolah setinggi-tingginya
Silakan
cari harta sebanyak-banyaknya
...
Silakan kejar pangkat setinggi-tingginya
TAPI
Jadikan itu semua sebagai 'tunggangan' tuk menggapai
Rahmat-Nya, agar kerja keras Anda selama di dunia tak sia-sia.
→ Bila jadi sarjana, jadilah sarjana yang berguna bagi agama dan bangsa
→ Jika jadi orang kaya, belanjakanlah harta kekayaanmu di jalan
Allah
→ Bila jadi pejabat, jadilah pejabat yang amal ma'ruf
nahi munkar
Siap..?
Tulis di kotak komentar '' Insya Allah
Siap. ;)
PERHATIAN
!!!
Melaporkan bahwa 10 bulan ke depan, bumi akan memanas
sebanyak 4 derajat dari sekarang. Sekarang ini, glasier gunung es
Himalaya mencair dengan cepat. Iklim kita juga berubah sangat drastis
& memburuk. Jadi, untuk kebaikan bumi kita, mari bersama melawan
Pemanasan Global dengan melakukan hal-hal berikut:
- Tanam lebih
banyak pohon.
- Jangan menyia-nyiakan air, air sangat berharga
-
Gunakan kantung kain, jangan plastik
- JANGAN MEMBAKAR PLASTIK!.
Tolong setidaknya teruskan pesan ini ke orang2-orang. Tolong lakukan
hal ini. BANTU KAMI MENYELAMATKAN BUMI KAMI.
GO GREEN & LOVE OUR
EARTH
SAVE OUR PLANET !